Paket Outbound Bali dengan berbagai pilihan program dan lokasi dengan kebutuhan serta durasi waktu yang disesuaikan.

Paket Outing Bali dengan suasana alam dan petualangan akan memberikan penyegaran terhadap pikiran dan jasmani.

Paket Gathering Bali dikemas untuk Corporate Gathering atau Family Gathering dengan tema di alam terbuka .

Wisata adventure Bali atau wisata petualangan Bali untuk dikombinasikan dengan program outbound, outing dan gathering.


Outbound Bali dikemas dengan berbagai aktivitas serta variasi program. Fun Team Building, Amazing Race, Treasure Hunt merupakan beberapa variasi tersebut. Sedangkan pilihan lokasi untuk Program outbound  Bali adalah Luwus Camp, Ubud Camp, Toya Devasya, Bali Outbound and Farmstay, Bedugul Camp, Buyan, The Sila’s Agrotourism, Landih Asram, Mahagiri, Desa Pengelipuran, Pantai Kuta, Pantai Tanjung Benoa, Pantai Sanur, Pantai Merta Sari, Pantai Jerman, dan Warung Janggar Ulam Ubud. Outbound Bali juga sering dikombinasi dengan wisata adventure di Bali atau wisata petualangan di Bali yang diselengarakan pada saat program Outing Bali dan Gathering Bali. Berbagai pilihan aktivitas dengan tantangan menarik sebagai Progam Outing dan Gathering yang akan diselenggarakan di Bali, seperti wisata adventure cycling, atv, rafting, tubing, paintball, camping, canoeing, trekking, vw safari, jeep safari, dan water sport.

 

  • Mempertimbangkan bahwa pentingnya pengembangan diri dan pengembangan team dalam suatu organisasi dalam membangun kekuatan fisik dan mental untuk memaksimalkan pelaksanaan pekerjaan, maka seoarang tokoh pendidikan berkebangsaan Jerman bernama Kurt Hahn dengan seorang pengusaha kapal di Inggris bernama Laurance Holt akhirnya memustuskan untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan bernama Outward Bound pada tahun 1941 di Aberdovey, Wales. Outward Bound atau yang sering disebut juga outbound ini akhirnya dipergunakan untuk melatih fisik dan mental para pelaut muda untuk menghadapi ganasnya pelayaran di lautan Atlantik pada saat itu. Dikarenakan Inggris ikut terlibat Perang Dunia II. Media pelatihan yang digunakan oleh Kurt Hahn pada saat itu adalah alam, yang diselenggarakan melalui kegiatan mendaki gunung dan petualangan di laut. Dimana Kurt Hahn mempunyai anggapan bahwa proses kegiatan berpetualang merupakan suatu cara melatih diri untuk bisa meningkatkan kedewasaan, karena metodenya adalah Experiential Learning yaitu belajar dari pengalaman yang telah dialami. Setelah berakhir Perang Dunia II, metode pelatihan ini semakin berkembangdan bahkan sampai keluar wilayah Eropa. Outbound di Indonesia sendiri mulai berkembang semenjak tahun 1990, dimana sampai saat ini banyak praktisi sumber daya manusia di Indonesia menggunakannya sebagai pengembangan SDM, karena dinilai efektif, berguna, dan tepat